ABSTRAK
HUBUNGAN MUTU
PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA ASKES RAWAT JALAN DI PUSKESMAS WAWOLESEA KECAMATAN LASOLO
KABUPATEN KONAWE UTARA TAHUN 2014
Kondisi yang
menunjukkan masalah mutu yang ada di Puskesmas adalah adanya keluhan dari pihak
pemakai pelayanan kesehatan yang menjadi sasaran adalah sikap dan tindakan
dokter, perawat, administrasi, serta kelambanan pelayanan, persediaan obat,
sarana yang kurang memadai, dan peralatan medis. Rumusan masalah pada
penelitian ini adalah apakah ada hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan
pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien peserta
AKSES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan
Lasolo Kabupaten Konawe Utara. Jenis penelitian
ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi
dari penelitian ini adalah semua pasien peserta ASKES yang dirawat jalan di
Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara periode Januari-Maret 2014 sebanyak 58 orang. Sampel penelitian
yaitu semua pasien yang peserta
ASKES yang dirawat jalan di Puskesmas Wawolesea tahun 2014 yang berjumlah 37 responden dengan
menggunakan tekhnik simple random sampling.Penelitian ini
menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepuasan pasien peserta ASKES rawat jalan dengan
jaminan (x2Hit
= 7,309), bukti
fisik (x2Hit = 6,512), perhatian (x2Hit = 9,475), daya tanggap (x2Hit = 6,010), kehandalan (x2Hit = 11,910). Saran bagi
pemerintah daerah agar memberikan bantuan kepada petugas Puskesmas untuk
meningkatkan kemampuannya dengan cara mengikuti pelatihan, kursus-kursus dan
seminar-seminar tentang peningkatan kualitas pelayanan pasien.
Kata Kunci :
Jaminan, Bukti Fisik, Perhatian, Daya Tanggap,
Kehandalan,
Puskesmas Wawolesea
Daftar Pustaka : 24 (2004 – 2014)
ABSTRACT
RELATED QUALITY OF PATIENT SATISFACTION WITH HEALTH
CARE HEALTH INSURANCE PARTICIPANTS
IN THE OUTPATIENT HEALTH DISTRICT WAWOLESEA
LASOLO KONAWE NORTH
DISTRICT 2014
Conditions that indicate an existing quality
problems at health centers are complaints from the
users of health services being targeted is the attitude and actions of physicians, nurses, administrative, and inaction services,
drug supplies, inadequate
facilities, and medical
equipment. Formulation of the problem in this study is whether there is a relationship with the satisfaction of quality of health care outpatients. This study aims to determine
the relationship of quality of health care with patient satisfaction ACCESS participants outpatient
health center Lasolo Wawolesea District of North
Konawe.This research is analytic study with
cross sectional study. The
population of this study were
all patients who
were treated the way participants
in the Health Insurance Health Center Wawolesea Lasolo Konawe Northern
District of January-March 2014 as many as 58 people.
The study sample is all participants Askes
patients treated at
the health center street Wawolesea
2014 totaling 37
respondents using simple random sampling
technique. This study shows that there
is a significant relationship between
patient satisfaction with outpatient participants Askes assurance (x2Hit
= 7.309), physical
evidence (x2Hit =
6.512), attention (x2Hit = 9.475),
responsiveness (x2Hit = 6.010), reliability (x2Hit
= 11,910). Advice for local governments to provide assistance to health
center staff to improve their
ability to follow the way of training, courses
and seminars on improving
the quality of patient care.
Keywords : Assurance, Physical Evidence, Attention, Responsiveness,
Reliability, Public Health Center Wawolesea
Reliability, Public Health Center Wawolesea
Bibliography : 24 (2004 – 2014)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pembangunan kesehatan menurut Undang-Undang
Kesehatan No. 23 Tahun 1992 bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mewujudkan
tujuan tersebut pemerintah telah mengupayakan dengan berbagai program, salah
satunya adalah dengan program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem jaminan
sosial nasional pada dasarnya merupakan program negara yang bertujuan untuk
memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Untuk mensukseskan program tersebut pemerintah bekerjasama dengan PT. Askes dalam penyelenggaran pelayanan kesehatan. Ada beberapa penyelenggara pelayanan kesehatan yang selama ini telah bergabung guna menyukseskan program pemerintah tersebut. Puskesmas adalah unit organisasi yang termasuk dalam mitra PT. Askes dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat termasuk bagi peserta Askes. Untuk pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) bagi peserta Askes sosial pada umumnya dilaksanakan di Puskesmas. Dokter Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan memiliki beban kerja non medis yang tinggi, hal ini mengakibatkan sebagian waktu dokter puskesmas tersita oleh kegiatan diluar gedung Puskesmas sehingga pelayanan pengobatan di Puskesmas pada umumnya tidak diberikan langsung oleh dokter melainkan oleh tenaga paramedis. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab tidak puasnya peserta askes dalam memperoleh pelayanan RJTP, yang terlihat dari rendahnya pemanfaatan puskesmas oleh peserta askes hanya sebesar 36,9 % dari peserta yang membutuhkan.
Untuk mensukseskan program tersebut pemerintah bekerjasama dengan PT. Askes dalam penyelenggaran pelayanan kesehatan. Ada beberapa penyelenggara pelayanan kesehatan yang selama ini telah bergabung guna menyukseskan program pemerintah tersebut. Puskesmas adalah unit organisasi yang termasuk dalam mitra PT. Askes dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat termasuk bagi peserta Askes. Untuk pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) bagi peserta Askes sosial pada umumnya dilaksanakan di Puskesmas. Dokter Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan memiliki beban kerja non medis yang tinggi, hal ini mengakibatkan sebagian waktu dokter puskesmas tersita oleh kegiatan diluar gedung Puskesmas sehingga pelayanan pengobatan di Puskesmas pada umumnya tidak diberikan langsung oleh dokter melainkan oleh tenaga paramedis. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab tidak puasnya peserta askes dalam memperoleh pelayanan RJTP, yang terlihat dari rendahnya pemanfaatan puskesmas oleh peserta askes hanya sebesar 36,9 % dari peserta yang membutuhkan.
Meningkatnya
kesadaran masyarakat akan kesehatan, akan mengakibatkan tuntutan peningkatan
pelayanan kesehatan. Salah satu upaya mengantisipasi keadaan tersebut dengan
menjaga kualitas pelayanan, sehingga perlu dilakukan upaya terus menerus agar
dapat diketahui kelemahan dan kekurangan jasa pelayanan kesehatan. Semakin
meningkatnya tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan kesehatan, maka fungsi
pelayanan secara perlu ditingkatkan untuk memberi kepuasan pasien. Kualitas
pelayanan merupakan suatu bentuk penilaian konsumen (pasien) terhadap tingkat
pelayanan yang diterima dengan tingkat layanan yang diharapkan.
Mutu
pelayanan kesehatan yang diberikan menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan
kesehatan dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan setiap pasien, makin sempurna
kebutuhan dan tuntutan setiap pasien, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan
(Azwar, 2009).
Dalam
perkembangannya, Berry, Parasuraman dan Zeithamal menyederhanakan dari
Kesepuluh dimensi menjadi lima faktor dominan yang berhubungan dengan dimensi
kepuasan. Kelima faktor tersebut terdiri : Reability (kehandalan) merupakan
kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang dijanjikan dengan segera,
akurat, dan memuaskan. Assurance (jaminan) yaitu pengetahuan, kesopanan petugas
serta sifatnya yang dapat dipercaya sehinnga pelanggan dapat terbebas dari
risiko. Tangible (bukti langsung) meliputi fasilitas fisik, perlengkapan
karyawan, dan sarana komunikasi. Emphaty yaitu rasa peduli untuk memberikan
perhatian secara individual kepada pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan,
serta kemudahan untuk dihubungi. Responsivenses (daya tanggap) yaitu kemampuan
untuk menolong pelanggan dan ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik (Munijaya,
2010).
Hasil
survei kepuasan pasien yang telah dilakukan puskesmas Wawolesea Kecamatan
Lasolo Kabupaten Konawe Utara pada tahun 2012 adalah 40% menyatakan puas dan 10
% menyatakan cukup puas dari 50 org responden. Kemudian hasil survei pada tahun
2013 adalah 74% menyatakan puas dan 26% cukup puas dari 100 orang responden.
Berdasarkan hasil survei bahwa aspek kesembuhan, aspek kebersihan, aspek
mendapat informasi yang menyeluruh, memberi kesempatan bertanya, aspek waktu
tunggu dan aspek kesinambungan pelayanan, merupakan aspek yang bagi pasien
belum memuaskan (Hertiana, 2009).
Asuransi
kesehatan yang berkembang di Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu asuransi
kesehatan sosial dan asuransi kesehatan komersial. Namun yang dikembangkan
sudah lama adalah Askes PNS, yang sekarang dikenal dengan nama Askes Sosial.
PT. Askes (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus
oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi
Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/ POLRI, Veteran, Perintis
Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. Peserta asuransi
kesehatan sosial berhak mendapat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
dilakukan di puskesmas atau dokter keluarga, sedangkan pelayanan kesehatan
tingkat lanjutan baik untuk Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap
Tingkat Lanjutan (RITL) diselenggarakan oleh Rumah Sakit yang bekerja sama
dengan PT. Askes (Persero) (Pedoman Bagi Peserta Askes Sosial, 2012).
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan
tengang kepuasan pasien peserta ASKES terhadapmutu pelayanan di Puskesmas
Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara menunjukkan bahwa dari 7 pasien tersebut mengeluhkan masalah waktu tunggu
yang lama (berkisar 60-90 menit) sedangkan standar waktu pelayanan yang
dtetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara waktu tunggu berkisar
10-15 menit/ pasien dalam melakukan pelayanan administrasi seperti pada saat
menunggu kesehatan untuk mendapatkan pelayanan administrasi, sehingga merasa
jenuh dan menilai kurang baik terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan,
serta munculnya rasa ketidakpuasan sarana khususnya pelayanan obat-obat yang
tidak memiliki manfaat medis yang besar (efektif), efek samping besar (tidak
aman).
Pasien yang diperlakukan
kurang baik atau kurang perhatian cenderung untuk mengabaikan saran dan nasihat
petugas kesehatan atau tidak mau berobat ke tempat tersebut lagi. Kondisi lain
yang menunjukkan masalah mutu pelayanan Puskesmas yakni adanya keluhan yang
sering terdengar dari pihak pemakai pelayanan Puskesmas ialah sikap dan tindakan
dokter, perawat, sikap petugas administrasi, selain itu juga tentang sarana
yang kurang memadai, keterlambatan pelayanan persediaan obat, tarif pelayanan
kesehatan, perawatan medis (Sudarmono, 2008).
Dari hasil pengamatan
dan wawancara awal Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui kotak saran di
Puskesmas Wawolesea,
sebagian besar pasien mengeluh akan pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan
seperti perawat dan petugas administrasi kurang ramah dalam berkomunikasi,
tenaga kesehatan kurang tanggap terhadap keluhan pasien, pemberian obat yang
kurang dimengerti oleh pasien maupun keluarga pasien. Walaupun demikian sebagai
Puskesmas tentunya harapan masyarakat sebagai pusat rujukan daerah terdekat,
kualitas/ mutu
pelayanannya tetap maksimal dan beretika keperawatan walau dengan segala
keterbatasn tenaga dan sarana.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Konawe Utara kunjungan pengguna peserta ASKES pada tahun 2011 jumlah
kunjungan sebanyak 1.461 orang, tahun 2012 sebanyak 1.203 orang dan tahun 2013
sebanyak 942 orang (Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara).
Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan di
Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara diperoleh data
kunjungan peserta ASKES tahun 2011 sebanyak 240 orang, 2012 sebanyak 270 orang,
tahun 2013 sebanyak 220 orang. Sedangkan jumlah kunjungan peserta ASKES periode
Januari – Maret 2014 sebanyak 58 orang dengan rata-rata pebulannya sebanyak 19
orang. Terjadi penurunan jumlah kunjungan peserta ASKES dari tahu ke tahun sehingga diasumsikan bahwa penurunan
jumlah pasien pengguna ASKES dikarenakan kualitas pelayanan yang rendah
sehingga mutu pelayanan harus lebih ditingkatkan (Data Askes Puskesmas
Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara).
Adanya uraian latar
belakang masalah tersebut di atas maka timbul keinginan untuk meneliti “Hubungan
Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Peserta
ASKES Rawat Jalan Di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014 “.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar
belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Apakah ada hubungan kehandalan (Reability) dengan kepuasan pasien peserta ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014 ?
2. Apakah ada hubungan jaminan (Assurance) dengan kepuasan pasien peserta ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014 ?
3. Apakah ada hubungan bukti fisik (Tangibles) dengan kepuasan
pasien peserta ASKES rawat jalan di
Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun
2014 ?
4. Apakah ada hubungan perhatian (Emphaty) dengan kepuasan
pasien peserta ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo
Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014 ?
5. Apakah ada hubungan daya tanggap (Responsiveness) dengan
kepuasan pasien peserta ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan
Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014 ?
C.
Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan
mutu pelayanan dengan kepuasan pasien peserta
ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui hubungan kehandalan (Reability) dengan kepuasan pasien peserta ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014.
b. Untuk mengetahui hubungan jaminan (Assurance) dengan kepuasan pasien peserta ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014.
c. Untuk mengetahui hubungan bukti fisik (Tangibles) dengan kepuasan pasien peserta
ASKES rawat jalan di
Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun
2014.
d. Untuk mengetahui hubungan perhatian (Emphaty) dengan kepuasan pasien peserta
ASKES rawat jalan di
Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun
2014.
e. Untuk mengetahui hubungan daya tanggap (Responsiveness)
dengan kepuasan pasien peserta ASKES rawat jalan di Puskesmas Wawolesea Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2014.
D.
Manfaat Penelitian
1.
Manfaat
Teoritis
a.
Bagi
Peneliti Selanjutnya
Sebagai penambah
pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan ilmu yang berkaitan dengan bidang
pemasaran yaitu tentang mutu
pelayanan kesehatan dibidang jasa
pelayanan puskesmas.
b.
Bagi
Institusi Pendidikan
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan ilmu keperawatan,
khususnya manajemen
keperawatan.
2.
Manfaat
Praktis
a.
Bagi
Masyarakat
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dan
pengetahuan kepada masyarakat agar dapat mengetahui tentang mutu pelayanan
kesehatan yang digunakan.
b.
Bagi
Institusi Kesehatan (Dinas Kesehatan Dan Puskesmas)
Sebagai
bahan masukan untuk mengkaji sekaligus menentukan solusi terbaik dalam untuk
mencapai kepuasan pasien peserta
ASKES yang optimal dengan menerapkan pelayanan keperawatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar